Jumat, 26 April 2019

TUMBAL DAN JIN NASAB DALAM PERSPEKTIF RUQYAH SYAR'IYAH


بسم الله والصلاة والسلام على محمد وآله وصحبه وسلم.وبعد:

Apa itu tumbal? Tumbal adalah sesuatu atau seseorang yang diserahkan sebagai korban untuk suatu keinginan tertentu.Tumbal berkaitan erat dengan dunia mistik.Tumbal bisa berupa sesaji hewan maupun manusia. Seseorang yang dijadikan tumbal biasanya akan meninggal atau mengalami cacat seumur hidup.

Ada hal penting yang perlu diluruskan mengenai tumbal ini yang mana pemahaman sebagian masyarakat bahwa tumbal yang sudah meninggal akan dijadikan budak dialam jin.Ini tentu bertentangan dengan Alquran dan sunnah yang menerangkan bahwa orang yang sudah meninggal akan berada dialam barzah tidak akan pergi kealam lain.Ini sudah jelas dan bentuk dari pemahaman yang benar menurut ahlus sunnah wa aljama'ah.Bagaimana kalau orang yang menjadi tumbal itu sakit ? Ya..! Ini benar! Dia akan sakit karena tersihir! Bagaimana itu terjadi? Ada beberapa fase yang darinya kita bisa mengetahui apakah orang ini menjadi tumbal atau tidak.Ada beberapa  fase yang harus dilalui.Sebelum membahas fase-fase tersebut,mari kita bahas apa yang dilakukan oleh tukang sihir,dan orang yang telah melakukan perjanjian dengan setan untuk mendapatkan tumbal/kurban.Tukang sihir atau orang yang sudah melakukan perjanjian dengan setan diawal-awal menjadi tukang sihir,dan menjadi patner setan mereka ini hanya tukang sihir yang belum dianggap atau belum memiliki kemampuan yang mumpuni.Jadi sihir yang dilakukan hanya sihir biasa,dan sangat mudah di obati.Demikian juga orang yang bersekutu dengan setan diawal persekutuannya hanya bisa mendapatkan pelayanan biasa dari setan.Agar tukang sihir dan orang yang bersekutu dengan setan bisa mendapatkan pelayanan yang tidak terbatas dari setan,maka mereka harus melakukan sesuatu yang bisa membuat iblis puas atau ridho.Iblis akan meminta dari mereka baik perkataan atau perbuatan kekafiran yang jelas agar iblis bisa memberikan sekelompok jin yang akan mengabdi kepada mereka.

Diakhir umur tukang sihir dan orang yang bersekutu dengan setan,dia harus mewariskan ilmu sihirnya,atau menurunkan setan yang selalu membantunya(jin nasab).Dalam keadaan ini dia memiliki dua pilihan:
1. Dia harus mengajarkan sihirnya kepada salah satu kerabatnya.Kalau tidak ada yang cocok,dia akan mengajarkannya kepada orang lain.Bisa tetangganya,atau temannya,atau orang yang meminta diajarkan sihir dan memenuhi syarat.
2.Mengajarkannya pada seorang anak.Bila tukang sihir tidak memiliki kerabat,maka dia akan mengajarkannya kepada seorang anak baik laki-laki atau perempuan.Anak ini akan menjadi kader berikutnya.Dia akan menjadi tukang sihir atau menjadi tempat setan berikutnya setelah pendahulunya meninggal(jin nasab).Ini dinamakan tumbal/qurban.Anak ini akan menjadi tukang sihir yang mumpuni,atau memiliki jin didalam tubuhnya yang nantinya bertugas mengajarkannya sihir,atau bertugas menjaga anak ini.Berikut beberapa  fase yang harus dilalui oleh anak ini untuk mempersiapkannya menjadi tukang sihir,atau menerima setan yang sebelumnya bersama pendahulunya:

1.Fase sakit: Dalam fase ini anak ini ditimpa sakit yang tidak bisa sembuh secara medis
2.Fase istidraj: Setelah sembuh dari sakitnya akan beralih ke fase istidraj.Apa itu istidraj?Istidraj adalah kenikmatan yang diberikan Allah SWT tanpa melalui keimanan dan syariat yang di kerjakan.Anak ini berubah menjadi aneh.Bila dia ingin sesuatu pasti terpenuhi.Bila dia mengusap orang yang sakit pasti sembuh.Bila dia berdo'a pasti dikabulkan.Begitu umurnya sudah remaja selalu terlintas dalam pikirannya untuk bermaksiat atau melakukan kekufuran.Kadang timbul dalam pikirannya untuk menghina Allah dan Rasul-Nya,atau dia memuji iblis.
3. Fase agar terkenal: Fase ini terjadi apabila anak ini tidak mau melakukan bisikan-bisikan kekufuran,atau bisikan-bisikan untuk bermaksiat,maka setan ini akan menyiksa anak ini.Anak ini mulai tidak bisa tidur setiap malam.Tubuhnya terasa sakit,tanpa tau asal sakitnya.Apabila anak ini mengikuti bisikan-bisikan kekufuran dan bermaksiat,maka dia mulai bisa membuat kebiasaan-kebiasaan diluar nalar sehingga membuatnya dikenal banyak orang.Orang-orang mulai berdatangan kepadanya untuk berobat,dan mendapatkan berkah darinya.
4.Fase tawar-menawar: Setelah anak ini terkenal,tiba-tiba setan meninggalkannya hingga anak ini tidak bisa lagi mengobati,atau lainnya.Dalam keadaan terjepit ini setan datang kembali,dan berkata:" kalau kamu ingin seperti dulu lagi,kamu harus mengucapkan dan berbuat kekufuran yang jelas".
5.Fase kemampuan dalam kebathilan: Fase ini adalah fase jawaban dari fase ke empat diatas.Bila dia melakukan atau memenuhi permintaan setan diatas,maka setan kembali membantunya hingga dia menjadi tukang sihir yang sangat kuat dan alim dibidangnya melebihi tukang sihir yang belajar dari kitab-kitab sihir.

Ciri-ciri terkena sihir tumbal/qurban
1.Prilakunya menyimpang.Laki-laki lebih condong seperti perempuan.Begitu sebaliknya perempuan lebih condong seperti laki-laki.
2.Memiliki mukasyafah melalui pandangan dan pendengaran.Dia bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang lain.Dia bisa mendengar sesuatu yang tidak bisa didengar orang lain.Dia bisa melihat jin,dan mendengar suara-suara mereka.
3.Mendapat bisikan-bisikan kekufuran seperti; bisikan untuk membenci Allah,atau ragu-ragu terhadap keesaan Allah.Merasa takut pada manusia,dan curigaan.
4.Sakit-sakitan.Tidak bisa sembuh.
5.Memiliki kesaktian atau firasat yang tepat.Bisa mengobati.Mengetahui kapan orang yang musafir pulang dari rantauannya.Mengetahui kapan seseorang akan meninggal.Mengetahui jenis kelamin bayi yang akan lahir.
6.Merasa berpindah dari alam manusia ke alam jin

Cara pengobatannya.Melihat dari sebab masuknya jin ini dari sihir supli,maka pengobatannya sama dengan cara-cara pengobatan sihir yang sudah dijelaskan dengan dititik beratkan pada susu.Jadi memperbanyak minum susu yang sudah diruqyah dengan ayat-ayat pembatal sihir.

Oleh : Ustad Salahudin Sunan Al sasaki

وصل الله على محمد وأله وصحبه وسلم. والحمد لله رب العالمين.والله تعالى اعلى واعلم

Tidak ada komentar:

CARA MEMBASUH ANGGOTA TUBUH PELEMPAR AIN

Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, ia berkata: Amir bin Rabi’ah melewati Sahl bin Hunaif ketika ia sedang mandi,lalu Amir berkata: Aku tid...