Minggu, 01 November 2015

DEPRESI TAKUT

DEPRESI TAKUT
Oleh : Ustad Rahmat Yani Zulkifli Tanjung
Diantar dengan mobil bersama keluarga untuk diruqyah, seorang nenek terus meronta-ronta ingin pulang karena ketakutan. Diajak turun dari mobil tetap masih ketakutan, ruqyahpun dilakukan dimobil. Suasana mulai tenang, hasil pemberian dukun diberikan, yaitu; telur angsa yg ditanam diteras & beberapa bambu.
- Masih ada?
> Cuma itu saja mas...
Selesai membakar benda sihir tersebut, si nenek tetap tidak mau turun akhirnya ruqyah pindah ke rumah keluarga si nenek. Sesampai dirumah pandangan langsung tertuju ke pintu rumah.
- Ini apa koq digantung2 depan pintu?
> itu sudah lama skali stelah nikah di pajang sebagai "pagar". Beberapa juga dapat dari paranormal sbagai sajen & tolak bala
- Mau nyajeni siapa? Jin? Ada perubahan gak setelah dipasang?
> Gak ada...
- Dimusnahkan saja. Ini syirik. Cukupkan bergantung pada Allah. Hidupkan amalan2 sunnah di rumah; shalat sunnah, ngaji... Itu yang akan menjadi "pagar", bukan kuburan.
Diapun mencopotnya, ternyata gak cuma dipintu masuk tapi disekeliling rumah dipasang. Setelah dikumpulkan dan dibakar, keluarga diajarkan cara meruqyah rumah, air & garam di aduk sambil dibacakan Al Qur'an dan disemprot ke sekeliling rumah.
Konseling dilanjutkan, keluarga menjelaskan kalo dahulu si nenek pernah dituduh oleh tetangga karena kesalahan anaknya. Tiap ada orang berkumpul, si nenek merasa curiga kalau lagi dibicarakan & akan di sakiti. Kalau ditinggal sendiri terlebih malam hari selalu nangis (tapi tanpa air mata) & ketakutan. Sulit tidur, jarang makan karena selalu was-was apa yang disajikan kemungkinan berisi racun.
Ruqyah dimulai dengan posisi berhadapan. Semua anggota keluarga meninggalkan ruangan satu persatu sesuai dengan yang di isyaratkan sebelumnya. Dari awalnya gelisah, semakin tenang hingga akhir bacaan.
Herbal diracik dihadapan si nenek namun kembali gelisah..
Madu dimasukkan..
> Itu apa??
Minyak Zaitun dimasukkan...
> Itu apa lagi.. koq banyak sekali...
..
..
Ketika gelisahnya mulai memuncak lagi, mengajak si nenek untuk ruqyah bareng; si nenek ruqyah mandiri, saya meruqyah herbal.
"Ayo nek kumpulkan kedua tangan didepan mulut, baca Al Fatihah, tiup, usapkan keseluruh tubuh.
Kalo lagi ketakutan, tepuk2 dada sambil baca Al Fatihah"
Si nenekpun mengikuti semua saran dan meminum herbal.
Masih takut?
> Nggak
Gak perlu takut ya Nek. Allah Maha Besar, Allah Maha Kuat. Dekati Allah untuk memohon perlindungan-Nya...
Alhamdulillah ruqyah awal selesai meski Si Nenek belum sepenuhnya pulih, kesembuhan sepenuhnya milik Allah. Semoga keluarga kedepannya tidak melakukan kesyirikan lagi dan saling berbenah. Anak-anak menjadi anak yang sholeh & selalu berfikir lebih dalam sebelum bertindak, tidak menjadi pikiran orang tua hingga depresi.
Allahu Al-Musta'an
Wallahu a'lam

Tidak ada komentar:

CARA MEMBASUH ANGGOTA TUBUH PELEMPAR AIN

Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, ia berkata: Amir bin Rabi’ah melewati Sahl bin Hunaif ketika ia sedang mandi,lalu Amir berkata: Aku tid...